Sabtu, 23 Januari 2010

Home > Musik, Pemahaman, Pribadi, Self Learning > KEAJAIBAN & KERJA KERAS

KEAJAIBAN & KERJA KERAS

Pada saat saya mendengarkan karya musik dari VIERRA [Dengarkan Curhatku] dan NO DOUBT [Don't Speak] terlewat dalam benak saya sesuatu yang menginspirasi saya untuk membuat tulisan ini. Sebelum saya mendengarkan dua karya luar biasa tersebut, disaat dalam perjalanan terlintas beberapa bait lagu yang juga saya kenal grup musik yang memiliki karya tersebut. Mereka adalah Kangen Band. Karena saya termasuk kedalam kategori orang yang gampang sekali teringat bait, nada atau irama dari sebuah lagu. Maka, karya lagu dari Kangen Band tersebut kok rasanya susah saya hapus selama perjalanan saya. “Coba kau fikirkan coba kau renungkan…..” Yah… begitulah syairnya. Jujur saya gak suka dengan karya-karya mereka. Eits, tapi hanya sebatas karya mereka aja loh.. Suer!. Gak lebih… Jika dibandingkan dari segi kualitas [skill musikalitas, karya lagu, aransemen, kualitas rekaman, pemilihan sound termasuk juga penampilan] antara VIERRA & NO DOUBT versus KANGEN BAND… Maka, kesimpulan yang bisa kita dapat adalah: And The Winner Goes To….

Anda bisa jawab sendiri lah…

Tapi, kalo kita boleh sedikit menelisik dengan kondisi ini maka akan ada benang merah yang (semoga saja) bisa di-amini oleh para teman-teman semua.

Kangen Band

Bermula pada kemunculannya diakhir 2007, KANGEN BAND secara (cukup) mengejutkan tampil dengan sajian yang (bisa) dikatakan ‘jauh’ dari ‘kaidah’ dunia entertainment khususnya dunia anak band yang ’sudah’ terlanjur punya trademark tersendiri. Apalagi dengan tampilan ’seadanya’ lalu dengan skill yang bisa dikatakan banyak ’salahnya’ seperti: cara pemain drumnya yang punya cara main yang ‘nggak sekolahan’. Belum lagi gitarisnya yang punya ‘gaya’ megang gitar yang biasa kita liat dipengkolan kampung, gak educated banget. Apa lagi suara vokalis dan backing vocal yang ’sangat’ terkesan ‘asal’ tabrak. Dan masih banyak selusin kekurangan dan gak dikit juga ‘kekurangajaran’ sajian band yang akhirnya makin lengkaplah julukan the most unwanted performance band in Indonesia diberikan kepada mereka ketika band ini di-akikah dengan nama KANGEN BAND. Walah….!!!!

The worst thing can be too good thing… Itulah istilah yang bisa saya pinjam dari dunia creative marketing. Yang jelek bisa jadi bagus… Iya itulah dia.. Fakta gak bisa dibantah. Ternyata Band ini ‘terlanjur’ jadi Band ‘ngetop’ bin ‘markotop’ didunia musik Indonesia. Suka gak suka, itu yang harus diterima. Yang kagum makin nambah, yang ngejek gak dapet untung apa-apa, sementara anggota band makin banyak duit…

Trus, ada yang nanya: Kok bisa ya…??

Begini, kalau kita mau (sedikit) menyimak kisah hidup dari masing-masing anggota KANGEN BAND bisa jadi kita rada ngelus dada. Yapz.. kehidupan yang lumayan keras pernah mereka jalani, hanya untuk mencukupi kebutuhan ekonomi mereka. Mereka jalani semua itu selama bertahun-tahun… Eh, waktu luang mereka diisi dengan iseng maen musik. Alakadarnya memang…. Tapi siapa nyangka, kegiatan waktu luang inilah yang sekarang menghasilkan RUPIAH. Ibarat kata: Tuhan membayar mereka ditempat kerja mereka yang lain. Kalo menurut saya, mereka dibayar oleh Sang Maha Perkasa tersebut sudah termasuk lembur mereka selama ini, apa itu? Ya.. kehidupan keras mereka itu loh… Siapa yang bekerja keras PASTI akan dibayar LUNAS. Titik, gak usah dibantah.

VierraBeralih ke VIERRA… Band baru yang tampil mempesona ini sebenernya punya ‘proses’ yang hampir sama yang menghantarkan mereka seperti sekarang ini. VIERRA ‘naik daun’ bukan lantaran si Kevin anaknya Adi MS & Memes. Tapi emang lantaran proses waktu yang dilalui terbilang cukup lama. Saya ambil contoh Kevin-nya aja ya… (biar gak panjang). Dia didik dari kecil oleh kedua orang tuanya dengan musik, diajarkan tata cara yang baik dan benar tentang kaidah bermusik. Betahun-tahun…. Catat itu. Apakah Kevin langsung nge-top? Mungkin ‘iya’. Tapi ngetop sebagai musisi? Belom. Dia harus ‘membayar’ prosesnya dengan tampil dengan mengiringi sang nyokap, jadi additional player bahkan ‘nyicipin’ juga manggung kecil-kecilan. Bahkan, ketika akan membuat band, ni anak rela nge-kost. Alasannya, biar chemistry-nya dapet alias biar cukup mandiri, ujarnya di Infotainment yang sempet saya tonton. Muantab!

Sekarang, persamaan kedua Band ini? Yapz… Mereka RELA menukar waktu, tenaga, uang dan mental mereka untuk kehidupan mereka yang sebenarnya. Bukan untuk pekerjaan mereka! Ketika dua Band ini melakukan pengorbanan yang Ikhlas dan disertai dengan Sabar, maka hasilnya adalah: KEAJAIBAN… Ya… KEAJAIBAN dari Tuhan sebagai ‘upah’ mereka ber-ikhtiar.

KANGEN BAND dibayar dari sumber yang bukan pekerjaan mereka yang sebenarnya dan VIERRA dibayar atas waktu dan proses yang mereka lalui.

Bagi saya, KANGEN BAND itu refleksi ketabahan dan kegigihan yang mereka wujudkan dalam pekerjaan yang bisa dikatakan ‘kelas bawah’ dan TUHAN menunjukan ‘jalan lain’ dari rejeki mereka. Dan VIERRA itu refleksi kekuatan niat dan fokus diri untuk memwujudkan cita-cita dan jadilah karya musik yang MENYENANGKAN…

Kalau saya ‘harus’ membandingkan karya VIERRA dengan karya band lain semacam Hijau Daun, Wali dan sebagainya… Maka kesimpulannya: They’re the best. They’re qualified to be born as a next shiny star

Akhirnya, KEAJAIBAN hanya dimiliki oleh mereka yang bekerja keras dan menumbuhkan CINTA dalam pekerjaan mereka tersebut dan mereka sirami dengan HARAPAN yang indah sehingga PANTAS untuk terwujud. Inilah hukumnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar